8 Penyakit Komorbid dan Bahayanya Bagi Pasien Covid-19

penyakit komorbid

Penyakit Komorbid

Komorbid sering dikaitkan dengan resiko tinggi pada pasien covid-19 karena bisa memicu kematian. Berdasarkan data yang ada, disebutkan bahwa 95% kasus kematian covid-19 di Jawa Timur disebabkan penyakit penyerta atau komorbid ini. Lalu, apa pengertian penyakit komorbid?

Dengan adanya resiko yang lebih parah dan bahkan fatal tersebut, maka sudah seharusnya masyarakat semakin waspada dan meningkatkan imunitas serta tetap mematuhi protokol kesehatan. Untuk lebih memahami tentang komorbid, silakan simak informasi lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Penyakit Komorbid?

Pasien dengan komorbid memang memiliki resiko yang lebih tinggi apabila terpapar oleh virus Covid-19. Komorbid sendiri sering diartikan sebagai kondisi pasien yang menderita satu penyakit bersamaan dengan penyakit lainnya yang sifatnya kronis atau menahun.

Untuk kombinasi penyakitnya bisa sangat beragam, baik penyakit fisik maupun mental atau bahkan kombinasi keduanya. Seperti misalnya penderita hipertensi sekaligus penderita diabetes atau penderita penyakit jantung dan asma serta kombinasi penyakit lainnya.

Jenis-Jenis Penyakit Komorbid

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, jenis penyakit komorbid bisa sangat beragam. Namun berdasarkan data dari sejumlah rumah sakit, penyakit bawaan atau komorbid Covid-19 yang perlu diwaspadai adalah seperti berikut:

  1. Hipertensi

Hipertensi merupakan penyakit tekanan darah tinggi yang bisa memicu terjadinya berbagai macam komplikasi. Beberapa penyebabnya antara lain adalah berat badan, faktor usia, konsumsi garam berlebih, dan kurang olahraga.

Jika kondisi hipertensi tidak terkontrol dengan baik akan bisa menyebabkan resiko kerusakan organ vital, seperti ginjal dan jantung. Hal ini juga yang menyebabkan penderita hipertensi lebih beresiko mengalami kondisi parah ketika terinfeksi virus Covid-19.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data yang ada diketahui bahwa penyakit hipertensi menjadi komorbid tertinggi pada pasien Covid-19, yaitu sekitar 50,1%.

  1. Diabetes Melitus

Sama seperti hipertensi, pasien dengan penyakit diabetes melitus juga memiliki resiko tinggi mengalami keluhan yang parah ketika terinfeksi virus Covid-19. Kondisi diabetes yang tidak terkontrol akan melemahkan kekebalan tubuh dan memicu kerusakan organ vital.

Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol bisa memunculkan gangguan pada berbagai organ tubuh. Adapun faktor resiko diabetes antara lain adalah kelebihan berat badan, kurang aktif, usia, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga riwayat keluarga yang menderita diabetes.

Seperti komorbid lainnya, infeksi Covid-19 pada penderita diabetes juga bisa memicu terjadinya komplikasi yang berbahaya seperti ketoasidosis hingga sepsis atau infeksi yang meluas.

  1. Penyakit Jantung

Komorbid lainnya yang harus diwaspadai adalah penyakit jantung. Penderita penyakit jantung bisa mengalami gejala yang lebih berat dan fatal ketika terinfeksi Covid-19. Beberapa penyakit jantung tersebut antara lain adalah gagal jantung, jantung koroner hingga kardiomiopati.

Adapun gejala penyakit jantung biasanya ditandai dengan nyeri dada, pembengkakan tungkai, lemas, sesak napas, dan pingsan. Dengan resiko yang tinggi saat terinfeksi Covid-19, maka sangat dianjurkan untuk segera memeriksakan diri sebelum gejalanya semakin parah.

  1. Penyakit Gangguan Pernapasan

Seperti yang telah diketahui, Covid-19 menyerang sistem pernapasan sehingga penderita gangguan pernapasan memiliki resiko yang tinggi mengalami gejala parah dan fatal. Gangguan pernapasan tersebut antara lain adalah asma, penyakit paru obstruktif kronis dan lainnya.

Mengingat resikonya yang mengkhawatirkan, maka penyakit gangguan pernapasan harus ditangani dengan baik. Bahkan, gangguan pernapasan sekecil apapun harus segera ditangani untuk mencegah resiko yang lebih parah.

  1. Penyakit Ginjal Kronis

Penyakit komorbid lainnya tidak boleh disepelekan adalah ginjal kronis. Penyakit ini ditandai dengan menurunkan fungsi ginjal secara bertahap hingga terjadi kerusakan jaringan pada organ ginjal.

Beberapa gejala yang dialami oleh penderita ginjal kronis antara lain adalah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, serta bengkak pada area kaki dan pergelangan kaki. Bahkan, buang air yang sedikit hingga adanya urine di dalam darah.

Dari data yang ada, ditemukan fakta bahwa penderita penyakit ginjal kronis beresiko mengalami kematian hingga 13,7 kali lebih besar saat terinfeksi Covid-19. Ini dibandingkan dengan yang tidak memiliki komorbid tersebut. Resiko ini bahkan lebih tinggi dari penyakit komorbid lainnya.

  1. Penyakit Sistem Endokrin

Beberapa penyakit sistem endokrin seperti hipotiroid dan hipertiroid, kelainan bentuk kelenjar tiroid hingga kanker tiroid juga memiliki resiko tinggi mengalami gejala parah saat terinfeksi Covid-19.

Jenis penyakit komorbid ini biasanya ditandai dengan beberapa gejala. Misalnya, mudah lelah, sangat haus, gula darah tinggi, munculnya lemak di antara bahu, sering buang air kecil, perubahan mood hingga tekanan darah tinggi.

  1. Penyakit Gangguan Saraf

Penderita penyakit gangguan saraf seperti demensia hingga alzheimer juga memiliki resiko mengalami gejala parah ketika terpapar infeksi virus Covid-19. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang tepat.

  1. Penyakit Liver

Berbagai jenis penyakit liver seperti fatty liver, liver kronis, sirosis, hingga liver terkait alkohol juga memiliki tingkat resiko tinggi mengalami gejala yang parah hingga fatal ketika terinfeksi virus Covid-19. Hal ini dibandingkan dengan pasien tanpa komorbid.

Penyakit liver sendiri merupakan gangguan pada organ hati atau liver yang menyebabkan organ tersebut tidak mampu berfungsi dengan baik. Penurunan fungsi hati ini terjadi secara bertahap dan biasanya diawali dengan adanya peradangan pada sel-sel hati sehingga bengkak.

Penyakit Komorbid dan Bahayanya bagi Pasien Covid 19

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, beberapa penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, jantung, sistem endokrin, gangguan pernapasan, gangguan saraf, ginjal kronis hingga liver memiliki resiko yang tinggi saat terinfeksi Covid-19 sehingga bisa mengalami gejala parah bahkan kematian.

Dari sejumlah penelitian diketahui bahwa tingkat resiko kematian paling tinggi bisa dialami oleh penderita komorbid ginjal kronis hingga 13,7 kali lebih besar dari penyakit komorbid lainnya. Sementara penyakit jantung 9 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak ada penyakit jantung.

Sedangkan pada penderita diabetes melitus, resiko kematiannya 8,3 kali lebih besar dibandingkan yang tidak memiliki penyakit diabetes. Semakin banyak riwayat penyakit komorbid yang dimiliki maka bisa meningkatkan resiko kematian 6,5 kali lebih tinggi saat terinfeksi Covid-19.

Untuk pasien dengan dua penyakit bawaan atau komorbid akan beresiko 15 kali lebih tinggi mengalami kematian dibandingkan dengan yang tidak memiliki komorbid. Bagi yang memiliki komorbid lebih dari dua maka resiko kematiannya bisa mencapai 29 kali lebih tinggi.

Faktor-Faktor Resiko Penyakit Bawaan

Pasien dengan penyakit bawaan atau komorbid memiliki faktor resiko yang paling parah dan fatal jika terinfeksi virus Covid-19. Hal ini disebabkan karena sistem imunitas penderita komorbid yang semakin menurun.

Penderita komorbid sangat rentan terinfeksi virus Covid-19 karena sistem imunitas yang dimiliki cenderung lemah dan sulit melawan infeksi baru seperti halnya virus corona. Itulah mengapa pasien dengan riwayat penyakit komorbid lebih beresiko mengalami gejala parah bahkan kematian.

Komorbid pada pasien Covid-19 bisa memunculkan resiko gejala yang parah hingga fatal sehingga perlu diantisipasi sejak dini. Salah satunya bisa melalui diagnosis dini penyakit komorbid sebagai upaya untuk mengetahui ada tidaknya riwayat penyakit bawaan yang dimiliki.