Gejala Penyakit Jantung Pembunuh No 1 di Dunia

penyakit jantung

Gejala dan ciri-ciri penyakit jantung

Gejala dan ciri-ciri sakit jantung harus diwaspadai karena bisa menimbulkan resiko yang membahayakan. Gangguan yang dialami oleh organ jantung ini bisa bermacam-macam. Contohnya, gangguan pada pembuluh darah di jantung, katup jantung, atau bahkan otot jantung.  

Istilah sakit jantung sendiri merupakan istilah umum yang diberikan kepada semua jenis penyakit yang menyerang jantung. Jenisnya pun bisa beragam seperti jantung koroner, aritmia, gagal jantung, dan lainnya. Untuk informasi selengkapnya mengenai sakit jantung, silakan simak ulasan berikut ini.

Gejala Penyakit Jantung

Gejala sakit jantung harus diperhatikan karena seringkali tidak disadari, padahal bisa menimbulkan resiko fatal seperti kematian. Gejala yang muncul pada penyakit jantung ini bisa sangat beragam tergantung jenis penyakit jantung yang tengah dialami.

  1. Gejala Penyakit Jantung Koroner

Pada penyakit jantung koroner, gejala utama yang sering dirasakan oleh penderita adalah nyeri dada. Selain itu, juga sering disertai dengan sesak napas serta rasa nyeri pada bagian lengan kiri hingga rahang dan punggung.

  1. Gejala Penyakit Jantung Aritmia

Pada jenis penyakit jantung aritmia, gejala yang sering muncul antara lain adalah keluhan detak jantung yang berdebar dan sensasi rasa yang tidak nyaman di area dada. Tidak hanya itu, tapi juga sesak napas, muncul sensasi melayang, hingga pingsan.

  1. Gejala Penyakit Jantung Bawaan

Untuk penyakit jantung bawaan, biasanya sudah terlihat pada bayi dengan gejala bayi yang terlihat sesak dan membiru saat menyusu atau menangis. Selain itu, juga kondisi bengkak di area mata dan tungkai serta berat badan yang cenderung tidak bertambah.

  1. Gejala Gagal Jantung

Sementara pada kasus gagal jantung gejalanya bisa berupa sesak napas yang semakin berat ketika beraktivitas dan rasa sesak napas semakin parah ketika berbaring. Selain itu, kondisi tungkai juga membengkak dan perut terlihat membesar.

  1. Gejala Infeksi Jantung

Adapun pada kasus infeksi jantung atau endokarditis, gejala yang dialami oleh penderita bisa berupa demam, detak jantung yang tidak teratur, sesak napas dan batuk-batuk. Selain itu, pada area perut dan tungkai mengalami pembengkakan.

Selain gejala berdasarkan jenis sakit jantung yang dialami, secara umum gejala dan ciri-ciri penyakit jantung bisa ditandai dengan beberapa kondisi seperti berikut ini:

  • Rasa yang tidak nyaman di bagian dada.
  • Keluhan mual, mulas, hingga sakit perut.
  • Sensasi nyeri yang menyebar hingga ke bagian lengan.
  • Keluhan pusing atau pingsan.
  • Rasa sakit atau nyeri di tenggorokan hingga rahang.
  • Mudah merasa lelah.
  • Sering mendengkur dan disertai sleep apnea.
  • Berkeringat dingin.
  • Batuk yang tidak sembuh-sembuh.
  • Kondisi betis, pergelangan, dan telapak kaki yang bengkak.

Penyebab Penyakit Jantung

Sakit jantung bisa disebabkan oleh banyak faktor tergantung dari jenis penyakit jantung yang tengah dialami. Penyakit jantung koroner biasanya disebabkan pola dan gaya hidup yang tidak sehat. 

Seperti mengkonsumsi makanan tinggi lemak atau karbohidrat, obesitas, dan jarang melakukan aktivitas fisik. 

Sementara pada penderita penyakit jantung aritmia, biasanya disebabkan adanya kelainan bawaan. Contohnya otot jantung yang mati akibat penyakit jantung koroner, stres, alkohol atau kafein yang berlebihan, hingga efek samping dari konsumsi obat tertentu.

Untuk jenis penyakit jantung bawaan, sebenarnya belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, pada beberapa kondisi bayi akan lebih rentan mengalaminya. Terutama ketika ibu mengkonsumsi obat tertentu saat hamil, terinfeksi rubella, atau karena kelainan gen.

Adapun pada kasus gagal jantung, hal itu bisa disebabkan karena jantung koroner, adanya infeksi atau kelainan pada katup jantung. Sedangkan pada infeksi jantung, lebih disebabkan karena virus atau bakteri. Namun, yang paling sering karena serangan bakteri Streptococcus beta hemolyticus A.

Aktivitas yang Dilarang Untuk Penderita Penyakit Jantung

Adanya gangguan pada organ jantung membuat penderita jantung mudah merasa lelah dan tidak dianjurkan melakukan aktifitas fisik yang berat. Berbagai jenis aktivitas dengan tingkatan yang cukup berat memang tidak dianjurkan dan bahkan dilarang bagi penderita penyakit jantung.

Adapun beberapa aktivitas olahraga yang dilarang untuk penderita penyakit jantung adalah:

  1. Sepakbola

Olahraga ini memiliki durasi permainan yang panjang dengan gerakan yang cepat dan mendadak. Perubahan kecepatan yang terjadi mendadak bisa memicu jantung untuk berdetak lebih cepat sehingga sangat tidak dianjurkan bagi penderita sakit jantung.

  1. Bola Basket

Jenis olahraga bola basket juga dilarang bagi penderita penyakit jantung karena membutuhkan gerakan yang tangkas. Kecepatan tubuh dalam olahraga basket juga akan meningkatkan resiko yang membahayakan penderita sakit jantung.

  1. Bulu Tangkis

Hampir sama dengan dua jenis olahraga sebelumnya, bulu tangkis juga dilarang bagi penderita sakit jantung. Dalam olahraga ini, pemain harus melakukan gerakan-gerakan yang mendadak dan cepat sehingga memberikan beban yang berat bagi organ jantung.

  1. Tenis

Olahraga tenis membutuhkan gerakan yang cepat dan mendadak sehingga bisa sangat melelahkan. Itulah mengapa, jenis olahraga ini tidak dianjurkan bagi penderita penyakit jantung karena bisa menimbulkan resiko yang membahayakan.

Pencegahan Resiko Terkena Penyakit Jantung

Penyakit jantung disebut-sebut sebagai pembunuh nomor 1 di dunia karena tingkat resiko kematiannya yang cukup tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi resiko terkena penyakit jantung. Berikut ini adalah beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Tidak merokok, berhenti merokok, dan sebisa mungkin menghindari paparan asap rokok.
  • Rutin memeriksakan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.
  • Melakukan latihan fisik setidaknya 30 menit setiap hari, seperti jogging atau bersepeda.
  • Mengkonsumsi makanan yang kaya serat, rendah lemak, dan rendah gula.

Pertolongan Pertama Pada Serangan Jantung

Perlu diketahui bahwa serangan jantung bisa terjadi selama lebih dari 15 menit, namun juga bisa tanpa gejala yang begitu kentara. Banyak diantara penderita sakit jantung yang mengalami serangan jantung dengan tanda-tanda beberapa minggu, hari, dan bahkan beberapa jam sebelumnya.

Lantas, bagaimana pertolongan pertama yang harus dilakukan saat penderita sakit jantung mengalami serangan jantung? Anda bisa melakukan beberapa upaya seperti berikut:

  • Jika mengalami gejala seperti sesak napas atau gejala lainnya yang menunjukkan tanda-tanda serangan jantung maka sebaiknya meminta pertolongan untuk segera mengantar ke rumah sakit terdekat.
  • Anda bisa membantu penderita sakit jantung untuk duduk dan istirahat. Selain itu, usahakan agar penderita sakit jantung tetap merasa tenang dan nyaman.
  • Upaya selanjutnya adalah melonggarkan semua pakaian yang dikenakan agar tidak terasa semakin sesak.
  • Sebaiknya, tanyakan kepada penderita obat apa yang biasa dikonsumsi untuk mengatasi keluhan nyeri dada yang dialami dan bantulah untuk meminumkannya.
  • Jika keluhan sakit tidak kunjung reda setelah 3 menit berlalu, maka bisa segera membawanya ke rumah sakit.

Bagi penderita sakit jantung yang tidak sadarkan diri, maka bisa dilakukan upaya CPR yaitu teknik kompresi dada dan napas buatan. Namun sebelum melakukannya, pastikan Anda sudah terlatih melakukan teknik pertolongan ini dengan tepat dan benar.

Jika memang belum pernah melakukan teknik PCR, maka sebaiknya menunggu petugas medis yang datang. Hal paling penting adalah dampingi penderita saat serangan jantung dan besarkan hatinya agar tetap tenang sembari menunggu pertolongan medis datang.

Gejala yang muncul pada penderita sakit jantung harus selalu diwaspadai agar terhindar dari resiko fatal. Anda bisa melakukan beberapa upaya dan cara mengurangi resiko terkena penyakit jantung, seperti menerapkan pola hidup sehat, olahraga, dan rutin memeriksakan kesehatan.

Exit mobile version